Edukasi Peningkatan Pelestarian Konservasi Penyu Melalui Permainan Lego Bricks di Desa Apar Kota Pariaman

Penulis

  • Basyarul Aziz Institut Seni Indonesia Padangpanjang
  • Azlin Resiana Institut Seni Indonesia Padangpanjang

DOI:

https://doi.org/10.54259/pakmas.v5i2.4063

Kata Kunci:

Conservation Education, Sea Turtles, Lego Bricks, Participation Rural Appraisal

Abstrak

Pelestarian penyu merupakan isu lingkungan yang mendesak akibat penurunan populasi yang signifikan, terutama di Desa Apar, Kota Pariaman. Salah satu penyebab utama adalah perdagangan telur penyu secara ilegal, bycatch dalam aktivitas perikanan, serta gangguan dari aktivitas wisata. Untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, dilakukan kegiatan edukasi konservasi penyu dengan pendekatan partisipatif melalui permainan Lego Bricks. Metode Participatory Rural Appraisal (PRA) digunakan untuk melibatkan masyarakat dalam mengidentifikasi permasalahan dan merancang solusi konservasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta dapat memahami siklus hidup penyu, ancaman yang dihadapi, serta cara melindungi habitatnya. Selain itu, edukasi berbasis permainan ini mendorong pembentukan komunitas sukarela yang berperan dalam pelestarian penyu dan pengembangan ekowisata berbasis konservasi. Pendekatan inovatif ini membuktikan bahwa edukasi berbasis interaksi kreatif dapat meningkatkan kesadaran serta partisipasi aktif masyarakat dalam upaya konservasi lingkungan.

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Referensi

Asner, G. P. (2020). Seagrass ecosystem degradation and implications for marine biodiversity in Indonesia. Marine Pollution Bulletin, 150, 110749.

Aziz, B. (2022). Transformation and Continuity: An Environmental Anthropology Study on the Digitalization Process by Kelompok Pengawas (POKMASWAS) Taman Kili-Kili Sea Turtle Conservation in Trenggalek. Megafury Apriandhini, SH, MH Chair of 4th OSC, 131.

Bakar, A. A., & Santoso, R. (2020). Konservasi Penyu di Indonesia: Tantangan dan Strategi Pelestarian. Jakarta: Pustaka Hijau.

Chambers, R. (2023). Revisiting Participatory Rural Appraisal: Evolution, Challenges, and Future Directions. Journal of Rural Development Studies, 15(1), 12-28.

Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sumatera Barat. (2021). Laporan Konservasi Penyu di Sumatera Barat Tahun 2021. Dinas Kelautan dan Perikanan Sumatera Barat. Diakses pada 28 Februari 2025, dari https://dkp.sumbarprov.go.id.

Drewes, A., & Van Dooren, W. (2019). Using LEGO for Environmental Awareness: A Tool for Engaging Communities in Conservation. Environmental Education Research, 25(7), 1023-1040. https://doi.org/10.1080/13504622.2019.1622167

Dwita, D., Siregar, B., & Rahman, A. (2022). Evaluasi Keberlanjutan Konservasi Penyu di Pesisir Indonesia: Studi Kasus di Sumatera Barat. Jurnal Konservasi Kelautan, 14(3), 245-261

Hagger, M. S., et al. (2019). Promoting Pro-environmental Behavior Through Interactive Learning. Journal of Environmental Psychology, 63, 92-100. https://doi.org/10.1016/j.jenvp.2019.04.006

Costanza, R., de Groot, R., Sutton, P., van der Ploeg, S., Anderson, S. J., Kubiszewski, I., & Farber, S. (2021). Changes in the Global Value of Ecosystem Services. Global Environmental Change, 68.

Hermawan, A., Wahyudi, A., & Prasetyo, A. J. (2023). Konservasi Penyu di Kawasan Pesisir: Strategi Pelestarian dan Pemberdayaan Masyarakat. Jurnal Konservasi Laut Indonesia, 8(1), 45-58

IUCN (International Union for Conservation of Nature). (2021). The Red List of Threatened Species. Retrieved from https://www.iucnredlist.org.

Kaiser, F. G., & Byrka, K. (2020). Environmentalism as a Habit: Theoretical and Empirical Evidence for a Sustainable Behavior Model. Journal of Environmental Psychology, 72

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). (2021). Laporan Tahunan: Konservasi Penyu di Indonesia. Jakarta: KKP Press.

Kumar, S. (2002). Methods for Community Participation: A Complete Guide for Practitioners. ITDG Publishing.

Knutas, A., van Roy, R., Hynninen, T., Granato, M., & Ikonen, J. (2020). Gamification in Education: A Systematic Mapping Study. Educational Technology & Society, 23(2), 1-15.

Nugroho, B., & Rahayu, S. (2022). "Inovasi Pembelajaran Berbasis Lego Bricks untuk Meningkatkan Kesadaran Konservasi Penyu pada Anak-anak." Jurnal Inovasi Pendidikan Sains, 6(2), 35-50.

Nurhadi, R., & Prasetyo, W. (2019). Participatory Rural Appraisal dalam Konservasi Lingkungan Berbasis Masyarakat: Studi Kasus di Jawa Tengah. Jurnal Ekologi dan Konservasi, 7(2), 88-102.

Pretty, J., Adams, B., Berkes, F., de Athayde, S. F., Dudley, N., Hunn, E., & Pilgrim, S. (2021). The Role of Community-Based Conservation in Sustainable Development. Current Opinion in Environmental Sustainability, 48, 1-9.

Smith, C., & Garcia, R. (2018). Participatory Modeling with LEGO: Engaging Communities in Environmental Planning. Environmental Management Journal, 62(3), 456-472. https://doi.org/10.1007/s00267-018-1056-9.

Sjöberg, J., & Olerup, J. (2021). Using LEGO to Model Environmental Systems: A Case Study in Ecological Education. Journal of Environmental Education, 52(4),389-405. https://doi.org/10.1080/00958964.2021.1923047

WWF Indonesia. (2021). Status dan Konservasi Penyu di Perairan Indonesia. Retrieved from https://www.wwf.or.id.

Yulianto, D., & Sari, M. (2019). "Strategi Edukasi Konservasi Penyu melalui Metode Interaktif di Sekolah Dasar Pesisir." Jurnal Pendidikan Biologi Indonesia, 10(1), 22-36.

Diterbitkan

2025-11-10

Cara Mengutip

Basyarul Aziz, & Azlin Resiana. (2025). Edukasi Peningkatan Pelestarian Konservasi Penyu Melalui Permainan Lego Bricks di Desa Apar Kota Pariaman . PaKMas: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 5(2), 566–575. https://doi.org/10.54259/pakmas.v5i2.4063

Terbitan

Bagian

Articles