Revitalisasi Pemandian Air Panas Sumberjo sebagai Desa Wisata Wellness dengan Konsep Neo-Vernakular dan Branding Partisipatif
DOI:
https://doi.org/10.54259/pakmas.v6i1.5580Kata Kunci:
Pariwisata Kesehatan, Joglo, Branding Pariwisata, Desa Wisata, RevitalisasiAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menciptakan desain konseptual yang digunakan untuk revitalisasi Pemandian Kali Panas Sumberjo sebagai salah satu destinasi wisata berkelanjutan di Desa Sumberjo, Kecamatan Widang, Kabupaten Tuban, dengan pendekatan kualitatif deskriptif melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat. Pendekatan Asset-Based Community Development (ABCD) digunakan untuk memetakan potensi sumber daya alam, UMKM, dan dinamika sosial masyarakat setempat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa revitalisasi Kali Panas Sumberejo dapat difokuskan pada konsep Wellness Tourism atau wisata kesehatan, yang mengintegrasikan kesehatan, relaksasi, dan kedamaian melalui pemanfaatan sumber air panas yang kaya mineral. Konsep arsitektur Neo-Vernakular diusulkan dengan adanya adopsi elemen tradisional Joglo dan material modern untuk efisiensi, sehingga mencerminkan identitas budaya lokal. Strategi branding dengan tagline “Joglo Happiness Hydrotherapy” dikembangkan untuk memperkuat promosi digital dan daya tarik wisata. Selain itu, pemberdayaan UMKM lokal sebagai penyedia jasa kuliner, kerajinan, dan penginapan menjadi elemen untuk mendukung dimensi ekonomi dan sosial. Pendekatan yang digunakan ini tidak hanya bertujuan meningkatkan potensi pariwisata, tetapi juga memastikan manfaat ekonomi dan sosial yang berkelanjutan bagi masyarakat desa.
Unduhan
Referensi
Qahar, D. A. (2025). Arsitektur Berjiwa: Merajut Identitas Melalui Sinergi Branding Visual. Yogyakarta. Deepublish
Wahyudin, C., Firliandoko, R., Amalia, N., & Zulfa, A. A. (2024). Collaborative based tourism governance model in sustainable tourism development. Jurnal Governansi, 10(2), 147-164.).
Syahadat, R. M. (2022). Inventarisasi dan identifikasi objek daya tarik wisata dalam perencanaan pariwisata Wakatobi. Journal of Regional and Rural Development Planning (Jurnal Perencanaan Pembangunan Wilayah dan Perdesaan), 6(1), 30-46.
Latul, D. A. P. (2014). TA: Perancangan Branding Wisata Pemandian Air Panas Padusan Pacet Sebagai Upaya Meningkatkan Brand Awareness. (Doctoral dissertation, STIKOM Surabaya).
Qahar, D. A., & Rifky, M. A. T. (2023). Perancangan Plaza Lamongan Dengan Tema Arsitektur Neo Vernakular. Dearsip: Journal of Architecture and Civil, 3(02), 100-107.
Betari, K. P. J., Arif, A. A., & Mirza. (2021). Penerapan Konsep Arsitektur Neo Vernakular pada Perancangan Kantor Bupati Kabupaten Pidie. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Arsitektur Dan Perencanaan, 5(1).
Hidayat, Z., & Hidayat, D. (2021, September 27). Environmental Sense of Gen Z in Online Communities: Exploring the Roles of Sharing Knowledge and Social Movement on Instagram. Proceedings of the 2nd Borobudur International Symposium on Humanities and Social Sciences, BIS-HSS 2020, 18 November 2020, Magelang, Central Java, Indonesia. http://dx.doi.org/10.4108/eai.18-11-2020.2311741
Mai S. Linneberg & Steffen Korsgaard. (2019). Coding qualitative data: A synthesis guiding the novice. Qualitative Research Journal, 19(3), 259-27–0. https://doi.org/10.1108/QRJ-12-2018-0012
Mijiarto, J., Gusriza, F., Andrea, G. A., & Sirait, L. L. (2023). Sinergi UMKM Dan Wisata Dalam Revitalisasi Desa Wisata Kebangsaan, Kabupaten Situbondo. Jurnal Ilmiah Pariwisata, 28(2), 202. https://doi.org/10.30647/jip.v28i2.1681
Nofrion, N., Rahmanelli, R., Yerimadesi, Y., Utomo, E. P., & Jr, F. R. (2024). Evaluasi Ktatapasitas Pokdarwis Aia Angek Dalam Mendukung Pengembangan Wisata Pemandian Air Panas. Pamasa : Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat, 2(2), Article 2. https://doi.org/10.20884/1.pamasa.2024.2.2.14240
Qahar, D. A. (2025). Desain Konseptual Desa Wisata Di Lahan Non-Produktif. Jurnal Pengabdian Masyarakat : BAKTI KITA, 6(1), Article 1. https://doi.org/10.52166/baktikita.v6i1.8967
Sartohadi, J., Sambodo, A. P., Purwitaningsih, S., Noviyanto, A., Nhindyasari, P. D., Hatta, D. A., Putri, M. S., Hartanti, H., & Priyawati, E. G. A. (2023). Revitalization of Winong Spring as a Generator of Ecotourism Activities to Promote Local Economic Development in Giripurno Village as One of Borobudur Buffer Zones. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (Indonesian Journal of Community Engagement), 9(3), Article 3. https://doi.org/10.22146/jpkm.80708
Sunarya, Werdiningsih, Y. K., & Alfiah. (2022). Naming Traditional Javanese Food Based on The Experience of The Sense of Motion. KnE Social Sciences, 7(19), Article 19. https://doi.org/10.18502/kss.v7i19.12453
Susanti, H. (2022). Wellness tourism sebagai Bentuk Adaptasi terhadap Dinamika Pariwisata Bali di Era New Normal. Jurnal Sosiologi USK (Media Pemikiran & Aplikasi), 16(1), 1–11. https://doi.org/10.24815/jsu.v16i1.24744
Yusuf, M. A., Qahar, D. A., Setiadi, A., & Heriyanto, M. (2024). Determining Child-Friendly Villages as Thematic Tourism Villages: (Case Study: Lamongan Regency). RUAS, 22(2). https://doi.org/10.21776/ub.ruas.2024.022.02.8
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Dhiah Agustina Qahar, Ine Destiana Rahmandani, Bhimas Bukin, Malihatus Sa’diyah, Emil Sulistya Ningrum

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under Creative Commons Attribution 4.0 International License that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (Refer to The Effect of Open Access).






















