PSIKOEDUKASI MENGATASI KECANDUAN GADGET PADA ANAK
DOI:
https://doi.org/10.54259/pakmas.v2i2.1311Kata Kunci:
Psychoeducation, Gadgets, ChildrenAbstrak
Pengguna gadget pada umumnya dan smartphone pada khususnya berkembang dengan pesat di Indonesia, tidak terkecuali pada anak. Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk memberikan informasi terkait dampak gadget dan strategi penggunaan gadet pada anak untuk meminimalisir dampak dari penggunaan gadget yang berlebih pada anak. Metode pengabdian yang dilakukan adalah dengan melaksanakan psikoedukasi kepada orang tua agar orang tua mengetahui cara mengatasi gangguan gadget pada anak. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa dengan adanya psikoedukasi maka orang tua memperoleh informasi terkait karakteristik perkembangan anak, motif anak bermain gadget, strategi penggunaan gadget pada anak sehingga anak dpat menggunakan gadget untuk keperluan yang positif. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa psikoedukasi dapat berpengaruh pada peningkatan pengetahuan orang tua terkait strategi penggunaan gadget pada anak.Saran untuk pelaksanaan pengabdian selanjutnya adalah agar orang tua yang terlibat tidak hanya ibu saja, melainkan ayah juga dilibatkan disebabkan efektivitas strategi manajemen gadget pada anak membutuhkan kedisiplinan bagi semua anggota keluarga di rumah.
Kata Kunci: psikoedukasi, gadget, anak
Unduhan
Referensi
Agustina, Rini. (2012). Internet Sehat dan Aman (INSAN). Direktorat Pemberdayaan Informatika, Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika. Kementrian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia
Ahmadi, A. dan Supriyono. (2015). Psikologi Belajar. Jakarta: PT Rineka Cipta
Al-Ayoby, M.Hafiz. (2017). Dampak Penggunaan Gadget Pada Anak Usia Dini. Skripsi. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Universtas Lampung.
APJII, (2017). Hasil Survey Internet APJII 2017.https://apjii.or.id/survei2017/kirimlink. Diakses tanggal 23 November 2022
Brown, N.W. (2011). Psychoeducational groups 3rd edition: Process and practice. New York: Routledge Taylor & Francis Group.
Bordbar, Mohammad. Faridhosseini, Farhad. (2012). Psychoeducation for bipolar mood disorder. Jurnal: Clinical, Research, Treatment Approaches to Affective Disorders. Accessed November 11, 2022 from https://www.researchgate.net/publication/221926375_Psychoeducation_fo r_Bipolar_Mood_Disorder
Chusna, P. A. (2017). Pengaruh Media Gadget pada Perkembangan Karakter Anak. Dinamika Penelitian: Media Komunikasi Sosial Keagamaan , 17 (2): 315-330.
Dunn, N.J, Lynn, Jeanne, Julianne, Paras, Carol, Elisia and Joseph. (2007). A randomized trial of self-management and psychoeducational group therapies for comorbid chronic posttraumatic stress disorder and depressive disorder. Journal of Traumatic Stress. 20(3), 221 - 237
Pebriana, Putri H. (2017), Analisis Penggunaan Gadget terhadap Kemampuan Interaksi Sosial pada Anak Usia Dini. Jurnal Obsesi, Vol 1, No.1.
Goswami, dkk. (2015). Impact of Mobile Phone Addiction on Adolesent’s life: A Literature Review. Internasional Journal of Home Science. 2(1), 69-74
Hadiwidjodjo. (2014). Dampak positif penggunaan gadget bagi anak. Diakses pada 17 November 2022 dari http://www.satuharapan.com/life/8-dampak- positifpenggunaangadget-bagi-anak
Hakam, M. T., Levani, Y, & Utama, M. R. (2020). Potensi Adiksi Penggunaan Internet pada Remaja Indonesia di Periode Awal Pandemi. Hang Tuah Medical Journal , 17 (2); 102-115.
Lukens, E., McFarlane, and William R. (2004). Psychoeducation as evidence- based practice: Consideration for practice, research and policy. Journal Brief Treatment and Crisis Intervention, 4(3).
Maulida, D. (2015). Hubungan penggunaan gadget dengan tingkat prestasi siswa di SMA Negeri 9 Manado. E-Journal Keperawatan (e-Kep), 3(2).
Noegoroho, A. (2010). Teknologi Komunikasi. Yogyakarta : Graha Ilmu.
Notoatmodjo, S. (2003). Pendidikan dan perilaku kesehatan. Jakarta: PT. Rineka Cipta.
Sari, Tria P. Dan Mitsalia, A.A. (2016), Pengaruh Penggunaan Gadget Terhadap Personal Sosial Anak Usia Pra Sekolah Di TKIT Al Mukmin. Jurnal PROFESI, Vol.3, No. 2.
Schaub, A., Hippius, H., Möller, H. & Falkai, P. (2016).Psychoeducational and Cognitive Behavioral Treatment Programs : Implementation and Evaluation From 1995 to 2015 in Kraepelin ’ s Former Hospital. Schizophr. Bull. vol.42, 81–89
Supratiknya, A. (2008).Psikoedukasi: Merancang Program dan Modu.Universitas Sanata Dharma
Walsh, Joseph. (2010). Psychoeducation in mental health - Practice, research, and policy oxford university press. Chicago:Lyceum Books, Inc.
Warisyah, Yusmi. (2015). Pentingnya “Pendampingan Dialogis” Orang Tua Dalam Penggunaan Gadget Pada Anak Usia Dini. Jurnal FKIP Universitas Muhammadiyah Ponorogo.
Widayanti, Wiwik. (2018). Peran Orangtua dalam Upaya Pencegahan Pornografi Bagi Anak Melalui Internet Sehat. Media Informasi Penelitian Kesejahteraan Sosial.42(2): 181-186
Bouhmama, D. (2010). Relation of Formal Education to Moral Judgment Development. The Journal of Psychology, 155–158.
Calam, A., & Qurniati, A. (2016). Merumuskan Visi dan Misi Lembaga Pendidikan. Jurnal SAINTIKOM, 15(01), 53–68. https://doi.org/10.30868/im.v5i01.2095
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2022 Novita Maulidya Jalal, Rahmawati Syam, St.Hadjar Nurul Istiqamah, Irdianti, Muhrajan Piara

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under Creative Commons Attribution 4.0 International License that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (Refer to The Effect of Open Access).






















