Konsepsi dan Hak Asasi Manusia Atas Lingkungan Hidup yang Sehat dan Baik
DOI:
https://doi.org/10.54259/diajar.v4i1.2381Kata Kunci:
Conception , Humanrights , The EnvironmentAbstrak
Environmental human rights violations have occurred in almost all levels of society. These violations are considered to threaten Indonesian human civilization. In turn, the violated economic, social, and cultural rights, as well as civil and political rights, will be fulfilled and resolved. Human rights to a good, healthy, and balanced environment have not been implemented in environmental management in Indonesia. In relation to the problem of environmental damage, it is important to study human rights from a human rights perspective. The aim is to explain the definition of human rights and environmental rights, how human rights are regulated in Indonesian law and how human rights are considered as rights to a good and healthy environment. The results of the study explain two things. First, humans are part of the ecosystem, where they have a strong relationship with their environment. Given to them by God as humans, the right to a healthy environment is a basic human right. Second, the right to a good and healthy environment has become a norm throughout the world and in the region. Third, although there have been resolutions, covenants, and regulations of the Universal Declaration of Human Rights at the national level, the right to a good and healthy environment is still poorly respected at both the global and national levels. Developed countries contribute significantly to global warming, climate change, and environmental degradation globally, and they also make significant contributions nationally.
Unduhan
Referensi
Zuliansyah, “Kelestarian Lingkungan Hidup Sebagai Hak Asasi Manusia, artikel, Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia, Direktorat Jenderal Hak Asasi Manusia,” pp. 1–2, 2010.
A. Wardana, “Perusakan Lingkungan Sebagai Pelanggaran HAM,” p. 2, 2007.
R. Shaleh, Ecocide: Politik Kejahatan Lingkungan dan Pelanggaran Hak Asasi Manusia. jakarta: Wahli, 2005.
S. Keraf, Hukum Kodrat dan Teori Hak Milik Pribadi. Yogyakarta, 1997.
T. Huijbers, Filsafat Hukum Dalam Lintas Sejarah. Yogyakarta: Kanisius, 1995.
A. Noor, Konsep Hak Milik Atas Tanah Bagi Bangsa Indonesia, Ditinjau Dari Ajaran Hak Asasi Manusia, Bandung. Mandar Maju, 2006.
L. T. Mulya, HAM Dalam Masyarakat Dunia. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia, 1993.
N. James W, Hak Asasi Manusia, Refleksi filosofis Atas Deklarasi Hak Asasi Manusia. Jakarta: Gramedi Pustaka Utama, 1996.
A. G. Setiardja, Hak-Hak Asasi Manusia Berdasarkan Ideologi Pancasila. Yogyakarta: Kanisius, 1993.
M. S. Lubis, Hukum Tata Negara. Bandung: Mandar Maju, 2002.
B. Lopa, “Hak asasi manusia,” KOMNAS HAM, p. 177, 1995.
K. Asplund D, Hukum Hak Azasi manusia. Yogyakarta: Pusham UII, 2008.
M. Faqih, Panduan Pendidikan Politik Untuk Rakyat. Yogyakarta: Insist, 1999.
S. Rahardjo, Ilmu Hukum. Bandung: Citra Aditya Bakti, 2000.
S. Mahmassani, Konsep Dasar Hak-hak Asasi Manusia, Suatu Perbandingan Dalam Syariat Islam dan Perundang-undangan Modern,. Jakarta: Tinta Mas, 1993.
D. Sudarja, “Reformasi Pengelolaan Lingkungan Hidup,” Artik. Pada Disk. Membangun Gerak. Lingkung. Skepo, Walhi, pp. 1–3, 2007.
D. Hartono, “Perusakan Lingkungan Sebagai Pelanggaran HAM,” pp. 1–2, 2010.
H. Adolf, Aspek-aspek Negara Dalam Hukum Internasional. Jakarta: Rajawali Pers, 1990.
F. Moh. Noch, “Kasus VICO Indonesia dengan Masyarakat Penggarap Lahan Desa Semangko KM 5/KM8 Kecamatan Marangkayu Kabupaten Kutai Kertanegara,” Lap. Penelit., pp. 1–2, 2010.
A. P. M. Zen, “Panduan Bantuan Hukum,” Yayasan Bantu. Huk. Indones., p. 215.
A. Purwati, “Tiga Hak Dasar Masyarakat Dalam Kelola LH Belum Terwujud,” Artik. Walhi, p. 2, 2009.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Ahmad Arif Fadilah, Muhammad Rohim, Hayla Erian, Shilla Safitri

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Hak cipta pada setiap artikel adalah milik penulis.
Penulis mengakui bahwa DIAJAR (Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran) sebagai publisher yang mempublikasikan pertama kali dengan lisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Penulis dapat memasukan tulisan secara terpisah, mengatur distribusi non-ekskulif dari naskah yang telah terbit di jurnal ini kedalam versi yang lain, seperti: dikirim ke respository institusi penulis, publikasi kedalam buku, dan lain-lain. Dengan mengakui bahwa naskah telah terbit pertama kali pada DIAJAR (Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran).
























